Written on 04:22 by Rizkiy Shevtiana

Cara Membuat Poster dengan CorelDraw
Pertama, Buka aplikasi CorelDraw
Kedua, Atur Layout kertas ukuran A4, landscape atau portarait
Lalu buat poster sesuai yang diinginkan
untuk background, pilihlah sesuai yang diharapkan
setelah selesai, poster diekspor ke format JPG
lalu upload dengan hati yang senang karena tugas kita sudah selesai. Allhamdulillah!
Written on 05:01 by Rizkiy Shevtiana
Juara, seseorang pasti memiliki pendapat untuk mendefinisikan apa atau mengapa seseorang dikatakan itu juara. Mungkin pembaca bisa mengerti apa yang dimaksud juara oleh si Eja dalam percakapan berikut.
Eja : (sambil memindah-mindahkan saluran TV) Ah!! euweuh nu rame kieu!
Kico : Cik tujuh heula!(menyuruh untuk memindahkan saluran ke saluran nomor tujuh)
Eja : Acara masak ieu mah (pura-pura tidak pernah melihat acara ini padahal acara ini favoritnya kebetulan karena Eja ikut LPT Panghegar jurusan Kitchen )
Kico : Ohhh Ala Chef
Eja : Wah! ieu mah juara euy nu masakna
Kico : Mana?
Eja : Tuh si Farah Quinn
Kico : *Emang juara
Eja : ?
*sebenarnya saya tidak beranggapan sama dengan si eja. saya beranggapan bahwa farah quinn emang juara masak bukan yang lain-lain. saya juga tidak tahu maksud "juara" menurut si eja tentang farah quinn (kalimat terakhir emang pura-pura teu nyaho)
Written on 01:05 by Rizkiy Shevtiana
"Hihihihihihihihihihi aku akan datang dalam seminggu 7 hari 7 malam setiap jam 11 malem mulai tanggal 23 sampai 29 November hihihihihihi. ARDAN ngingetin something Jangan pernah dengerin sendirian!"
Ya iklan ini membuatku merinding ketika sedang iseng nyalain radio di kamar Eja (soalna suara kunti na khas pisan). Nightmare Side, acara misteri yang sempat vacuum beberapa saat ini kembali on-air di ARDAN. Durasinya yang satu jam dan biasanya muat untuk 3 cerita misteri cukup membuat bulu kuduk berlarian (saking sieunna). Bagi yang rindu sama cerita horor jangan sampai ketinggalan. Kalau yang ketinggalan cerita pada tanggal 23 November jangan khawatir. Berikut ceritanya.
Cerita 1
Menjelang kelulusan, Aku disuruh teman-temanku untuk membuat video perpisahan. Segala persiapan pun telah dilakukan tinggal pengambilan gambarnya. Pertama mengambil lokasi di Kantin, aku mengambil latar ke arah kerumunan. Kedua aku mengambil gambar di Perpustakaan. Dan terakhir di tempat nongkrong. "Pengambilan gambar udah berarti tinggal editing," dalam benaku saat itu. Suatu waktu mendekati hari kelulusan, aku pulang dari sekolah dan merasa sangat lelah sekali. saat itu entah kenapa aku ingin sekali menyalakan komputer dan ingin melihat hasil rekaman video yang tinggal di-edit itu. Aku melihat dari berbagai lokasi, dan ternyata ada sosok yang terus ada di berbagai lokasi. Dia seorang perempuan yang berbaju agak kucel. Tapi aku menghiraukannya dan menganggap itu hanya kebetulan sambil meneruskan mengedit. Hari kelulusan pun tiba, aku mengambil lagi beberapa scene dan lagi-lagi aku melihat sosok perempuan itu. Aku pun memutuskan untuk menanyakan sosok perempuan ini kepada para siswi, namun tidak ada yang mengenal sosok itu. Ternyata (auuuuuuuuuuuwww uwau, suara lolongan serigala yang mendramatisir cerita ini) dia adalah seorang murid yang meninggal ketika hari kelulusan. Mungkin dia sengaja menampakan dirinya untuk memberiku suatu pesan.
Cerita 2
Di sebuah kost-an di Buah Batu tinggal beberapa mahasiswa termasuk aku. Disana aku ditemani 3 Mahasiswa lainnya dan penjaga kost, Bi Gia. Kost-an ini sering dalam keadaan sepi. Tentu saja karena para Mahasiswa tak akan pernah terus diam di Kost-an. Suatu Malam, ketika aku baru pulang kuliah dan nongkrong dengan temen-temen keadaan kost sepi banget. Tiada siapa-siapa kecuali Bi Gia. Aku pun masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku ingat ada tugas buat besok, tapi aku pikir karena tugasnya ringan aku bisa istirahat beberapa jam. ku setel jam waker ku untuk membangunkanku jam satu. Jam waker pun berbunyi. Aku terbangun dari tidurku. Sebelum membuat tugas aku ingin pergi ke kamar kecil. Di ruang tamu aku merasakan perasaan yang sangat tidak enak. Ketika hendak membuka pintu WC , gudang yang terletak di sebelah WC seolah-olah menariku kesana. Aku mendengar suara yang sedang beres-beres di gudang. "Ahhhh...mungkin itu Bi Gia, tapi kenapa malam-malam gini beresin gudang kayak yang gak ada besok aja," pikirku saat itu. "Bi!! Bi Gia udah beres-beresnya belum!" aku berteriak. Tapi tak ada suara apapun menyahut dari gudang itu. ku putuskan untuk masuk ke kamar kecil. Saat hendak buang air, terdengar lagi suara yang berasal dari gudang. Tok! tok! tok! bunyi ketukan pintu WC yang diketuk oleh sesuatu. Sontak aku pun terkejut, aku kira ini bukan Bi Gia tapi... ku beranikan diri untuk melihat keluar tetapi tak ada siapa-siapa diluar. Lalu siapa yang mengetuk pintu? Keesokan harinya aku bertanya kepada seluruh penghuni kost-an dan tak ada seorang pun yang mengetuk pintu WC itu.
Cerita 3
Aku tinggal bersama keluargaku di daerah Sukaluyu. Suatu hari aku ditinggal bersama adiku, Dian yang berusia 15 Bulan. Ketika itu ada undangan pernikahan. Aku meninggalkan Dian di kamar Ibu dan aku diam di ruang keluarga sambil menyalakan televisi. Aku rasa malam ini akan seperti biasanya tetapi aku merasakan sesuatu yang tidak enak dihatiku. Ssepertinya ada suara bisikan ke telingaku. Aku menghiraukannya. Beberapa saat kemudian aku mendengar lagi bisikan itu, aku semakin merinding. Lalu Dian menangis keras. Mungkin dia butuh susu. Maka kuputuskan untuk pergi ke dapur. Di dapur lagi-lagi aku mendengar bisikan aneh tersebut dan suara tangisan Dian makin keras saja. Apa gerangan yang membuat Dian menangis sekencang itu? setelah selesai membuat susu aku menuju kamar Ibu. Persis di depan Lawang Pintu, aku melihat di sudut kamar sesosok perempuan kurus berbaju putih dengan rambut hitam yang acak-acakan menutupi wajahnya. Pandangannya terus menuju Dian. Aku tak bisa bergerak, berteriak, dan perempuan itu dengan melayang tenang menuju Dian. Dalam hati ku berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Akhirnya perempuan itu menghilang tanpa jejak. Setelah kejadian itu, Dian yang sudah beranjak dewasa, pernah melihat barisan berbaju putih di depan pintu rumah dan sesosok perempuan yang menari di tengah rumah.
Written on 04:13 by Rizkiy Shevtiana
Satu lagi program karya Oprah. Oprah's Big Give merupakan sebuah tayangan reality show yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa-jiwa kepedulian masyarakat terhadap sesamanya. Dalam acara ini ada 12 peserta yang bertugas mencari dana untuk dibelanjakan kepada kaum yang membutuhkan. Setiap episodenya peserta dituntut untuk bersaing mencari dana sebanyak-banyaknya di daerah tujuan yang telah ditetapkan. Setiap episodenya satu-persatu peserta akan tereliminasi dan pada akhirnya nanti akan ada satu pemenang yang mendapatkan hadiah-hadiah menarik dari Oprah Big Give. Pada tayangan Jum'at tanggal 061108(di METRO TV) peserta dibagikan uang sebesar US$ 100.000 (US$ 1= Rp 11.500) untuk dibagikan dan harus habis dalam 24 jam! Itu pun dengan syarat setiap orang yang menerima maksimal mendapat US$ 500 dalam bentuk apapun. Dalam episode itu yang berhasil mengabiskan semuanya hanya satu peserta. Sementara peserta yang lainnya "hanya" berhasil mengabiskan rata-rata US$ 60.000. Bahkan ada satu peserta yang hanya menghabiskan US$ 15.000 (dan akhirnya peserta ini harus tersingkir setelah penilaian dari juri karena tersesat di Miami).
***
Mungkin reality show ini dapat menginspirasi para legislatif agar merevisi hukuman para koruptor. Daripada hukuman mati yang melanggar HAM, lebih baik hukuman kerja sosial. Betul tidak?
Written on 02:43 by Rizkiy Shevtiana
Title : Polypanic Room
Artist : Polyester Embassy
Album : Tragicomedy
Help me out just get me out of here Is anybody outside help some stranger here
Pull me up I'm gonna die in here Can anybody out there want be my square
Help me out just get me out of here Is anybody outside help some stranger here
Pull me up I'm gonna die in here Can anybody out there want be my square
Is anybody there can watch me
Is anybody there can hear me
And I feel lost and I feel empty
Is anybody there can feel me
You're come as a key
Who lock in the house
Get me out from this room
You give me nerve you give me hopes
You're my delay you're my echoes
You turn me on again
You turn me on again
I love you like I love the sunrise in the morning
I love you like I love the sunrise
I love you like I love the sunrise in the morning
Written on 01:32 by Rizkiy Shevtiana

PROMOSI DI PES Online(mun bisa)